Minggu, 24 November 2013

RANGKUMAN PENJAS BAB 1, 2, 3, 4 & RENANG Kelas IX A

J RANGKUMAN PENJAS BAB 1, 2, 3, 4 & RENANG J

Bab 1 Permainan Bola Besar

A. Permainan Sepak Bola
       
Di Indonesia sendiri,organisasi sepak bola baru berdiri pada tanggal 19 April 1930 dengan nama PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) yang bertempat di Yogyakarta. Pengurus PSSI pertama kali diketuai oleh Ir. Soeratin Sosrosoegondo. Teknik dan peraturan permaianan sepak bola adalah sebagai berikut  :
1. Teknik dasar menendang bola
a.   Menendang bola dengan menggunakan kaki bagian dalam.
Pada umumnya teknik ini digunakan untuk mengumpan jarak pendek. Analisis geraknya adalah sebagai berikut :    
1.    Badan menghadap sasaran di belakang bola.   
2.    Kaki tumpu berada disamping bola kurang lebih 15 cm,   
3.    ujung kaki menghadap sasara, lutut sedikit ditekuk, kaki ditarik kebelakang, dan ayunkan ke depan, setelah terjadi benturan dilanjutkan dengan Follow trow, (gerakan lanjutan)
b.   Menendang bola dengan menggunakan kaki bagian luar.
Pada umumnya teknik menendang dengan kaki bagian luar digunakan untuk mengumpan jarak pendek. Analisis geraknya sebagai berikut:   
1.    Posisi badan dibelakang bola, kaki tumpu disamping belakang bola 25 cm, ujung kaki menghadap kesasaran, dan lutut sedikit ditekuk.   
2.    Kaki tendang berada di belakang bola, dengan ujung kaki menghadap kedalam.    
3.    Kaki ditarik kebelakang dan ayunkan kedepan   
4.    Perkenaan bola tepat di punggung kakibagian luar, dan tepat pada tengah – tengah bola    
5.    Gerakan lanjutan kaki tending diangkat serong kurang lebih 45 derajat menghadap sasaran.


2. Latihan dasar menahan bola
        a. Menahan bola dengan menggunakan kaki bagian dalam.
Sikap melangkah, kaki tumpu menghadap ke arah datangnya bola dan lutut di tekuk, serta diletakkan di belakang.
          3. Bentuk-bentuk latihan teknik terpadu
a. Dilakukan secara berpasangan/berkelompok.
b. Bola digiring menggunakan kaki bagian luar, dalam, atau punggung.
c. Pada saat yang tepat bola di tendang pada sasaran baik itu operan teman maupun ke sasaran gawang.
B. Permainan Bola Voli
          1. Latihan teknik dasar passing
                   a. Latihan teknik dasar passing bawah
Posisi badan saat melakukan passing bawah kedua lutut agak ditekuk, kedua tangan dirapatkan lurus, gerakan tangan mendorong bola ke depan atas sedangkan arah bola parabola.
b. Latihan teknik passing atas (Set Up)
Teknik dasar passing atas adalah sebagai berikut.
Lakukan dengan sikap kedua lutut dibengkokkan posisi jari tangan direganggkan dan kekuatan terletak pada ibu jari dan telunjuk. Adapun jari lainnya sebagai keseimbangan. Gerakan tangan mendorong bola ke depan atas.
2. Keterampilan gerak dasar servis atas(Tenis servis)
Berdiri tegak, kedua kaki sikap melangkah (kaki kiri di depan, kanan dibelakang). Tangan kiri memegang bola didepan badan. Pandangan ke arah bola (depan). Lambungkan bola ke atas agak kebelakang menggunakan tangan kiri.

3. Keterampilan teknik dasar smes
a.   Bersikap melangkah menghadap kearah net
b.   Gerak awalan
c.   Gerak tolakkan
d.   Gerak pukulan
e.   Gerak mendarat
          4. Pengenalan dan mempraktikkan pola penyerangan, dan pola pertahanan
                        a.     Pola penyerangan
1. Satu pemain sebagai pengumpan (SU), pada posisi 4 dan 2 pemain sebagai penyerang (2sm) pada posisi 3 dan 2.
2. Satu pemain sebagai pengumpan (1SU) pada posisi 2 dan 4.
3.Satu pemain sebagai pengumpan (1 SU), pada posisi 2 dan dua pemain sebagai penyerang (2Sm) dan pada posisi 4 dan 3.

b.      Pola pertahanan
1. 4 pemain sebagai penerima servis, pada posisi 1,2,4, dan 5.
2. 2 pemain sebagai pengumpan pada posisi 3 dan 6.
3. Pola ini digunakan bila posisi 6 kurang baik dalam menerima servis.

BAB 2 PERMAINAN BOLA KECIL
A. Permainan Bulu Tangkis
            Bulu tangkis adalah cabang olahraga yang termasuk dalam kelompok permainan yang bisa di mainkan di dalam maupun di luar.
1. Teknik dasar Servis
Servis yaitu pukulan pertama kali dangan raket untuk memainkan shuttlecock ke bidang lapangan lawan dengan arah diagonal.
2. Teknik pukulan lob atau clear
Pukulan lob adalah suatu pukulan dalam permainan bulu tangkis yang di lakukan dengan Tujuan untuk menerbangkan shuttlecock setinggi mungkin mengarah jauh ke belakang garis lapang.
3. Pukulan dropshot
Pukulan dropshot adalah pukulan yang tepat melampaui jaring dan langsung jatuh ke sisi lapang lawan.
4. Pukulan smesh
Pukulan smes dalam permainan bulu tangkis merupakan salah satu pukulan yang sering menghasilkan nilai secara langsung.  
B.Permainan Softball
            Softball adalah olahraga bola kecil regu yang di mainkan setiap regunya terdiri dari 9 orang dengan teknik dasar lempar tangkap bola, memukul, dan lari untuk menuju ke base.
1. Teknik memukul dalam permainan softball
Teknik memukul dalam softball meliputi : pukulan swing yaitu pukulan dengan ayunan sekeras-kerasnya dan pukulan bunt yaitu pukulan tanpa ayunan yang berfungsi untuk mengelabui lawan.
2. Teknik melempar bola
a. Melempar lurus
b. Melempar samping
c. Melempar bawah
d. Pitching sling shoot dan wind mill
3. Teknik menangkap bola
a. Teknik menangkap bola lambung (catch fly ball)
b. Teknik menangkap bola lurus (catch strike ball)
c. Teknik menangkap bolagulir (catch ground ball)
4. Sliding
Sliding adalah meluncurkan badan dalam rangka mencapai base. Macam – macam sliding antara lain sebagai berikut :
a.  Sliding lurus (straight leg slide)
b.  Sliding mengait (hook slide)
c.  Sliding dengan kepala lebih dulu (head first slide)



BAB 3 ATLETIK
A.  LARI JARAK JAUH
1. Teknik dasar start
a.         Dilakukan secara berkelompok.
b.         Saat melakukan teknik dasar start, pada aba – aba “siap” berat badan/badan condong ke depan.

2. Sikap badan saat lari
Untuk teknik dasar lari jarak jauh, gerakan lari dilakukan tidak secara maksimal, kecondongan badan membentuk sudut 10 derajat.

3. Teknik pertukaran tongkat
Salah seorang mengoper tongkat dalam dengan cara dijulurkan ke belakang. Kemudian orang yang berada di belakang mengambilnya, dan yang terakhir menerima tongkat berlari ke barisan depan sambil membawa tongkat, dan kembali memberikan pada yang dibelakangnya.

4. Teknik dasar finish
Untuk melakukan teknik dasar finish pada lari jarak jauh antara lain sebagai berikut :
a.         Lari terus tanpa mengubah sikap lari
b.         Merebahkan badan ke depan bersamaan kedua lengan diayun lurus ke belakang (the lunge)
c.         Memutar dada ke salah satu sisi dengan mengayunkan lengan kanan atau kiri ke depan ke atas hingga salah satu bahu menuju kedepan (the shrug)

B.   LOMPAT TINGGI (HIGH JUMP)

Tujuan lompat tinggi adalah agar pelompat dapat mencapai lompatan yang setinggi – tingginya. Lompat tinggi, sama halnya dengan lompat jauh memerlukan unsur – unsur pokok antara lain sebagai berikut :
1. Awalan (run – up)
2. Tolakan (take – off)
3. Sikap badan diatas mistar
4. Mendarat

C. TOLAK PELURU

Tolak peluru termasuk cabang olahraga dari nomor lempar namun istilah yang digunakan bukan “lempar peluru” melainkan “tolak peluru”. Olahraga ini disebut juga the short put.


1.Teknik memegang dan  meletakkan peluru
Ada dua macam gaya yang sering digunakan pada tolak peluru yaitu :
a.         Gaya ortodoks
b.        Gaya O’Brian

2. Cara menolak peluru
a.         Pengenalan peluru
b.         Sikap awal akan menolak peluru
c.         Cara menolak peluru
Dari sikap menolakkan peluru ini,saat berhenti harus segera diikuti dengan gerakan menolak peluru. Jalannya dorongan atau tolakan pada peluru harus lurus satu garis, sudut lemparan kurang dari 40°.
d.         Sikap akhir setelah menolak peluru
Sesudah menolak peluru, membuat gerak lompatan untuk menukar kaki kanan ke depan.

BAB 4 BELA DIRI

A.PENCAK SILAT
Pencak silat adalah seni bela diri asli Indonesia, yang telah berumur ratusan
tahun.pencak silat  mengandung dua unsur yang tidak bisa dipisahkan yaitu pencak merukan latihan fisik dan silat mengandung unsure budi luhur.
1. Rangkaian perorangan/tunggal
a. jurus pertama
b.jurus kedua
c.jurus ketiga
d.jurus keempat
e jurus kelima

2. Sambung /ganda
Tangkisan tutup depan dan tendangan depan

3. Pengembangan teknik dan taktik serangan langsung
a.    Menggoyahkan pertahanan lawan secara tiba-tiba
b.    Melakukan serangan pendahuluan

4. Pengembangan teknik dan taknik bela serang
a.   Mengelak dari pukulan lawan
b.    Mengelak dari tendangan lawan 



Renang Gaya Bebas

Gaya bebas (bahasa Inggrisfront crawl) adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengansecara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah. Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air.
Tidak seperti halnya gaya punggunggaya dada, dan gaya kupu-kupuFederasi Renang Internasional (FINA) tidak mengatur teknik yang digunakan dalam lomba renang kategori gaya bebas. Perenang dapat berenang dengan gaya apa saja, kecuali gaya dadagaya punggung, atau gaya kupu-kupu. Walaupun sebenarnya masih ada teknik-teknik renang "gaya bebas" yang lain, gaya krol (front crawl) digunakan hampir secara universal oleh perenang dalam lomba renang gaya bebas, sehingga gaya krol identik dengan gaya bebas.

Rabu, 05 Juni 2013

TUGAS PENJAS Merangkum Bab 1, 2, & 3 Semester 2 + Bab Renang

BAB 1 PERMAINAN BOLA BESAR
A. Permainan Bola Volli
1.      Gerak Dasar Servis Atas (Tenis Servis)
a.       Berdiri tegak
b.      Kedua kaki sikap melangkah
c.       Tangan kiri memegang bola di depan badan
d.      Pandangan kea rah bola
2.       Keterampilan Teknik Dasar Membendung (Block)
a.       Tahap persiapan
b.      Gerakan
1)      Menolak
2)      Pergelangan tangan di sesuaikan dengan arah datangnya bola mendarat
c.       Akhir gerakan
1)      Kedua lutut rendah
2)      Berat badan tertumpu pada kedua ujung telapak kaki
3)      Kedua lengan di depan badan dengan kedua sikut di tekuk
4)      Pandangan ke depan sambil mengikuti arah gerakan bola
3.       Keterampilan Tekinik Dasar Smes
a.       Gerak badan pada kaki depan
b.      Pandangan ke arah depan (arah net)
c.       Gerak awalan
d.      Gerak tolakan
e.      Gerak pukulan
f.        Gerak mendarat
g.       Kedua lutut di rendahkan
h.      Kedua lengan di depan samping badan
Permainan bola voli di lakukan oleh dua regu yang saling berhadapan dengan di pisahkan oleh sebuah jaring di tengah lapangan dan setiap regu terdiri dari 6 orang yang di batasi setiap satu setnya terdiri dari 25 point dengan system rally point dan di pimpin oleh dua orang wasit.
Servis merupakan bentuk serangan yang pertama dalam permainan bola voli. Untuk itu, pemain voli harus dapat melakukan servis dengan benar masuk  ke daerah lawan.
Smes (spike) merupakan  pukulan yang keras dan arahnya menukik untuk mematikan lawan.
Passing merupakan teknik dasar gerakan voli yang mutlakharus di kuasai oleh pemain, baik passing bawah maupun passing atas.
Blocking merupakan upaya menghalangi lawan dengan cara merentangkan kedua tangan pada tempat yang di duga menjadi jalanyya bola dan teknik membendung dapat di lakukan sendiri maupun dua atau tiga orang di dekat net.

B. Permainan Sepak  Bola
Sepak bola adalah permainan olahraga beregu bola besar , dan di mainkan di atas lapangan persegi panjang. Sepak bola adalah cabang olahraga yang menggunakan bola yang dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan 11 (sebelas) orang. Memasuki abad ke-21, olahraga ini telah dimainkan oleh lebih dari 250 juta orang di 200 negara, yang menjadikannya olahraga paling populer di dunia.[1][2][3][4] Sepak bola bertujuan untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya dengan menggunakan bola ke gawang lawan. Sepak bola dimainkan dalam lapangan yang berbentuk persegi panjang, di atas rumput ataurumput sintetis.
Secara umum, hanya penjaga gawang saja yang berhak menyentuh bola dengan tangan atau lengan di dalam daerah gawangnya, sedangkan 10 (sepuluh) pemain lainnya diijinkan menggunakan seluruh tubuhnya selain tangan, biasanya dengan kaki untuk menendang, dada untuk mengontrol, dan kepala untuk menyundul bola. Tim yang mencetak gol paling banyak pada akhir pertandingan adalah pemenangnya. Jika hingga waktu berakhir masih berakhir imbang, maka dapat dilakukan undian, perpanjangan waktu maupun adu penalti, tergantung dari format penyelenggaraan kejuaraan.
Peraturan pertandingan secara umum diperbarui setiap tahunnya oleh induk organisasi sepak bola internasional (FIFA), yang juga menyelenggarakan Piala Dunia setiap empat tahun sekali.

1.       Latihan Dasar Mengiring Bola
a.       Menggiring bola menggunakan kaki bagian dalam
b.      Menggiring bola menggunakan kaki bagian luar
2.       Latihan Dasar Menahan Bola
a.       Menahan bola dengan menggunakan paha
b.      Menahan bola dengan menggunakan kaki bagian luar

C. Bola Basket
Permainan bola basket di lakukan di lapangan dan di mainkan oleh dua regu yang berhadapan dengan cara memasukkan bola ke ring basket sebanyak-banyaknya. Pemain bola basket setiap regunya terdiri dari 5 orang yang di pimpin oleh dua orang wasit.
Passing merupakan gerakan melempar bola untuk mengadakan umpan kepada teman satu tim dalam menyusun serangan.
Menggiring atau mendribel adalah gerakan memantul-mantulkan bola dengan satu tangan dan telapak tangan terbuka, baik di lakukan di tempat maupun jalan atau lari.
Shooting atau menembak adalah teknik dalam bola basket untuk melakukan tembakan kea rah ring basket untuk memperoleh nilai.
Lay-up adalah jenis tembakan yang di lakukan dari jarak dekat ring basket yang di dahului dengan gerakan langkah.

BAB 2 PERMAINAN BOLA KECIL
A. Bulutangkis
Bulu tangkis atau badminton adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untukganda) yang saling berlawanan.
Mirip dengan tenis, bulu tangkis bertujuan memukul bola permainan ("kok" atau "shuttlecock") melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama.

1.       Teknik Dasar Servis
a.       Teknik dasar servis panjang forehand
b.      Teknik dasar servis pendek forehand
c.       Tekinik dasar servis pendek backhand
2.       Tekinik Dasar Pengembalian Servis
a.       Pengembalian servis panjang
b.      Pengembalian servis pendek
3.       Kombinasi Keterampilan Teknik Dasar
a.       Batasan pengertian kombinasi
b.      Model pembelajaran kombinasi keterampilan teknik dasar

 Softball
Permainan softball merupakan permainan beregu yang menyerupai rounders.Setiap regu terdiri dari 9 orang. Olahraga ini di lakukan di luar (out door). softball adalah olahraga bola beregu yang terdiri dari dua tim. Permainan sofbol lahir di Amerika Serikat, diciptakan oleh George Hancock di kota Chicago pada tahun 1887. Sofbol merupakan perkembangan dari olahraga sejenis yaitu bisbolatau hardball. Bola sofbol saat ini berdiameter 28-30,5 sentimeter; bola tersebut dilempar oleh seorang pelempar bola (pitcher) dan menjadi sasaran pemain lawan, yaitu pemukul bola dengan menggunakan tongkat pemukul (bat). Terdapat sebuah regu yang berjaga (defensif) dan tim yang memukul (ofensif). Tiap tim berlomba mengumpulkan angka (run) dengan cara memutari tiga seri marka (base) pelari hingga menyentuh marka akhir yaitu home plate.
1.       Teknik Melempar Bola
a.       Melempar lurus
b.      Melempar samping
c.       Melempar bawah
d.      Pitching sling shoot and wind millli
2.       Teknik Menangkap Bola
a.       Teknik melambung
b.      Tekinik lurus
c.       Teknik gulir
3.       Teknik Dasar Memegang Stik
a.       Pegangan panjang (bawah)
b.      Pegangan tengah
c.       Pegangan atas

BAB 3 ATLETIK

A.    Lari Cepat atau Lari Jarak Pendek(Sprint)
Merupakan lari yang di perlombakan dengan cara berlari lari secepat cepatnya yang di laksanakan di dalam lintasan lari. Lari sprint atau lari jarak pendek adalah lari yang menempuh jarak antara 50 m sampai dengan jarak 400 m. oleh karena itu kebutuhan utama untuk lari jarak pendek adalah kecepatan. Kecepatan dalam lari jarak pendek adalah hasil kontraksi yang kuat dan cepat dari otot-otot yang dirubah menjadi gerakan halus lancer dan efisien dan sangat dibutuhkan bagi pelari untuk mendapatkan kecepatan yang tinggi. Seoarang pelari jarak pendek (sprinter) yang potensial bila dilihat dari komposisi atau susunan serabut otot persentase serabut otot cepat (fast twitch) lebih besar atau tinggi dengan kemampuan sampai 40 kali perdetik dalam vitro disbanding dengan serabut otot lambat (slow twitch) dengan kemampuan sampai 10kali perdetik dalam vitro. Oleh karena itu seorang pelari jarak pendek itu dilahirkan /bakat bukan dibuat. Suatu analisa structural prestasi lari jarak pendek dan kebutuhan latihan dan pembelajaran untuk memperbaiki harus dilihat sebagai suatu kombinasi yang kompleks dari proses-proses biomekanika, biomotor, dan energetic.
1.       Latihan teknik dasar start
a.       Start panjang
b.      Start menengah
c.       Start pendek
2.       Teknik dasar lari jarak pendek
a.       Gerakan kaki
b.      Gerakan kedua lengan
c.       Sikap badan
 tahap-tahap berlari terdiri dari beberapa tahap yaitu :
- tahap reaksi dan dorongan (reaction dan drive)
- tahap percepatan (acceleration)
- tahap tansisi/perobahan (transition)
- tahap kecepatan maksimum (speed maximum)
- tahap pemeliharaan kecepatan (maintenance speed)
-finish Tujuan lari jarak pendek adalah untuk memaksimalkan kecepatan horizontal, yang dihasilkan dari dorongan badan ke depan.
Kecepatan lari ditentukan oleh panjang langkah dan frekuensi langkah (jumlah langkah persatuan waktu). Oleh karena itu, seorang pelari jarak pendek harus dapat meningkatkan satu atau kedua-duanya.

B. Lompat Jauh Gaya Jongkok
 Lompat jauh adalah salah satu cabang atletik yang sering dilombakan. Permainan ini sering menggunakan kekuatan kaki untuk kemampuan dalam melompat. Dalam melompat sering ada berbagai gaya tetapi di dalam blog ini saya akan memberikan teknik dasar lompat jauh gaya jongkok. Langsung saja untuk tekniknya:
  • Awalan,  gerakan lompat jauh dilakukan dengan ancang-ancang. Melakukan awalan atau ancang-ancang dengan lari secepat mungkin hingga melakukan tumpuan dibalog lompat atau papan tumpuan. Pada waktu melakukan awalan jangan menoleh ke mana-mana akan tetapi konsentrasi ke arah tolakan.
  • Tolakan atau tumpuan, gerakan tolakkan pada lompat jauh merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam melompat. Cara melakukan tolakkan atau tumpuan harus dilakukan dengan sebaik-baiknya yaitu; (1) Tumpuan kaki pada balok lompat dilakukan dengan satu kaki, boleh dilakukan dengan kaki kanan atau kaki kiri. Gunakanlah kaki yang paling kuat. (2) Pada waktu kaki menumpu harus tepat di atas balok lompat diikuti badan condong ke depan disusul kaki yang lain diangkat ke arah depan atas dengan sudut tolakan antara 40 derajat sampai 50 derajat.
  • Melayang di Udara, setelah melakukan tumpuan dengan badan condong ke depan, kaki diayunkan ke depan utnuk membantu berat badan ke atas disusul kaki tumpu juga diayunkan ke depan. Pada waktu kita melayang lutut ke dua kaki sedikit ditekuk seperti sikap jongkok. pada posisi kaki diayunkan ke depan yang diikuti kedua tangan diayunkan. hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil lompatan yang maksimal.
  • Sikap Mendarat, Untuk posisi mendarat, ke dua kaki ditekuk posisi jongkok dengan tumit mendarat terlebih dahulu. berat badan di dorong ke depan dan kedua lengan diluruskan ke depan.
C.Tolak Peluru Gaya O’brien (Shot Put)
Teknik-teknik yang perlu dipelajari dalam tolak peluru antara lain:
1. Teknik Memegang Peluru
                        Cara memegang peluru, yaitu:
            1. Peluru diletakkan pada telapak tangan bagian atas
            2. Jari-jari tangan direnggangkan atau dibuka, jari manis, jari tengah, dan jari telunjuk dipergunakan untuk menekan dan memegang peluru bagian belakang. Sedangkan jari kelingking dan ibu jari dipergunakan untuk memegang atau menahan peluru bagian samping agar tidak jatuh atau tergelincir.
3. Setelah peluru tersebut dipegang dengan baik, kemudian letakkan pada bahu dan menmpel (melekat) di leher. Siku diangkat ke samping, sedikit serong ke depan.
            4. Pada waktu memegang dan meletakkan peluru pada bahu, usahakan agar seluruh badan dan tangan dalam keadaan lemas (rileks). Tangan dari lengan yang lain membantu menjaga keseimbangan.
2. Teknik Sikap Badan pada Waktu akan Menolak
Terdapat 2 teknik sikap badan pada waktu akan menolak, yaitu:
            a. Gaya ortodok (menyamping)
            Berdiri tegak menyamping kea rah tolakan, kedua kaki dibuka lebar (kangkang), kaki kiri lurus ke depan, kaki kanan dibengkokkan ke depan, sedikit serong ke samping kanan, berat badan berada pada kaki kanan, dan badan agak condong ke samping kanan. Tangan kanan memegang peluru pada bahu (pundak), tangan kiri dibengkokkan, berada di depan sedikit agak serong ke atas lemas. Tangan kiri berfungsi untuk membantu dan menjaga keseimbangan. Pandangan diarahkan kea rah sasaran (tolakan).
            b. Gaya O’Brien (membelakangi)
            Hal yang membedakan antara gaya ortodoks dan gaya O’Brien adalah sikap awal. Pada gaya ortodoks sikap badan menyamping, sedangkan pada gaya O’Brien membelakangi arah tolakan.

3. Cara Mengambil Awalan (Ancang-Ancang)
            a. Cara menyamping (ortodoks)
            Bila menggunakan gaya ortodoks, sikap badan menyamping arah tolakan mulai dari sikap permulaan sampai dengan bergerak ke depan untuk menolakkan peluru.
Perhatikan gambar peragaan di bawah ini!
            b. Cara membelakangi lawan (O’Brien)
            Bila menggunakan gaya O’Brien, sikap badan membelakangi arah tolakan mulai dari sikap permulaan sampai dengan bergerak ke depan untuk menolakkan peluru.
Gaya tolak peluru denagn membelakangi itu disebut juga gaya O’Brien, karena orang yang pertama kali mempergunakan dan sekaligus memperkenalkan gaya tersebut bernama Parry O’Brien. Gaya tersebut dipergunakan pada saat penyelenggaraan Olimpiade Helsinky pada tahun 1952.
Perhatikan gambar peragaan di bawah ini!
4. Teknik Setelah Gerakan Akhir Menolak
Teknik setelah gerakan akhir menolak, yaitu:
            a. Setelah peluru lepas dari tangan, secepatnya kaki belakang diturunkan atau mendarat menempati tempat kaki depan/kaki tumpu dengan lutut agak dibengkokkan.
            b. Selanjutnya kaki tumpu diangkat ke belakang lururs dan lemas untuk membantu menjaga keseimbangan.
            c. Badan condong ke samping kiri depan, dagu diangkat, pandangan ke arah jatuhnya peluru.
            d. Tangan kanan dibengkokkan berada di depan sedikit agak ke bawah badan, tangan atau lengan kiri lemas lurus ke belakang untuk membantu menjaga keseimbangan.

5. Hal-Hal yang Harus Dihindari dalam Tolak Peluru Awalan Membelakangi
Hal-hal yang harus dihindari sebagai berikut:
a. Sikap posisi awal tidak seimbang, kaki kanan melakukan gerakan lompatan.
b. Tidak menarik kaki kanan cukup jauh ke bawah badan.
c. Mendarat dengan kaki kanan menghadap ke belakang.
d. Gerakan kaki terlalu ke samping kiri.
e. Terlalu cepat menggerakkan badan.
6. Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Tolak Peluru Awalan Membelakangi
Hal-hal yang harus diperhatikan sebagai berikut:
a. Pelihara kaki selalu rendah dan bertahan kuat-kuat.
b. Lakukan gerakan kaki kiri mendorong ke belakang
c. Usahakan pinggang kiri dan bahu menghadap ke belakang jauh.
d. Putarlah kaki kanan ke dalam selama meluncur.
e. Usahakan lengan kiri dalam posisi tertutup.

Keterangan:
Balok penahan berukuran:
a. Lebar = 112 – 300 cm
b. Panjang = 121-123 cm
c. Tebal = 98 – 102 mm
8. Berat Peluru
Peluru merupakan bola padat yang terbuat dari besi, baja, atau kuninfan. Ukuran berat peluru yaitu:
a. Senior putra = 7,257 kg
b. Senior putri = 4 kg
c. Yunior putra = 5 kg
d. Yunior putrid = 3 kg
BAB TERAKHIR RENANG
Renang adalah olahraga yang melombakan kecepatan atlet renang dalam berenang. Gaya renang yang diperlombakan adalah gaya bebas, gaya kupu-kupu, gaya punggung, dan gaya dada. Perenang yang memenangkan lomba renang adalah perenang yang menyelesaikan jarak lintasan tercepat. Pemenang babak penyisihan maju ke babak semifinal, dan pemenang semifinal maju ke babak final.
Bersama-sama dengan loncat indah, renang indah, renang perairan terbuka, dan polo air, peraturan perlombaan renang ditetapkan oleh badan dunia bernama Federasi Renang Internasional (FINA). Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) adalah induk organisasi cabang olahraga renang di Indonesia.

Sejarah 
Perlombaan berenang dimulai di Eropa sekitar tahun 1800. Sebagian besar perenang berenang dengan memakai gaya dada. Pada 1873, John Arthur Trudgen memperkenalkan gaya trudgen di lomba-romba renang setelah meniru renang gaya bebas suku Indian. Akibat ketidaksukaan orang Inggris terhadap gerakan renang yang memercikkan air ke sana ke mari, Trudgen mengganti gerakan kaki gaya bebas yang melecut ke atas dan ke bawah menjadi gerakan kaki gunting seperti renang gaya samping.
Renang menjadi salah satu cabang olahraga yang dilombakan sejak Olimpiade Athena 1896. Nomor renang putri dilombakan sejakOlimpiade Stockholm 1912. Pada 1902, Richard Cavill memperkenalkan renang gaya bebas. Federasi Renang Internasional dibentuk pada 1908. Gaya kupu-kupu pertama kali dikembangkan pada tahun 1930-an. Pada awalnya, gaya kupu-kupu merupakan variasi gaya dada sebelum dianggap sebagai gaya renang tersendiri pada 1952.
Di Hindia Belanda, Perserikatan Berenang Bandung (Bandungse Zwembond) didirikan pada 1917. Pada tahun berikutnya didirikan Perserikatan Berenang Jawa Barat (West Java Zwembond), dan Perserikatan Berenang Jawa Timur (Oost Java Zwembond) didirikan pada 1927. Sejak itu pula perlombaan renang antardaerah mulai sering diadakan. Rekor dalam kejuaraan-kejuaraan tersebut juga dicatatkan sebagai rekor di Belanda.[1]
Pada 1936, perenang Hindia Belanda bernama Pet Stam mencatat rekor 59,9 detik untuk nomor 100 meter gaya bebas di kolam renang Cihampelas Bandung. Pet Stam dikirim sebagai wakil Belanda di Olimpiade Berlin 1936. Persatuan Berenang Seluruh Indonesia didirikan 21 Maret 1951, dan sebagai anggota Federasi Renang Internasional sejak tahun berikutnya. Perenang Indonesia ikut berlomba dalam Olimpiade Helsinki 1952.
Fasilitas dan peralatan 
Kolam renang 
Panjang kolam renang lintasan panjang adalah 50 m sementara lintasan pendek adalah 25 m. Dalam spesifikasi Federasi Renang Internasional untuk kolam ukuran Olimpiade ditetapkan panjang kolam 50 m dan lebar kolam 25 m. Kedalaman kolam minimum 1,35 meter, dimulai dari 1,0 m pertama lintasan hingga paling sedikit 6,0 m dihitung dari dinding kolam yang dilengkapi balok start. Kedalaman minimum di bagian lainnya adalah 1,0 m.
Lintasan 
Lebar lintasan paling sedikit 2,5 m dengan jarak paling sedikit 0,2 m di luar lintasan pertama dan lintasan terakhir. Masing-masing lintasan dipisahkan dengan tali lintasan yang sama panjang dengan panjang lintasan.
Tali lintasan terdiri dari rangkaian pelampung berukuran kecil pada seutas tali yang panjangnya sama dengan panjang lintasan. Pelampung pada tali lintasan dapat berputar-putar bila terkena gelombang air. Tali lintasan dibedakan menurut warna: hijau untuk lintasan 1 dan 8, biru untuk lintasan 2, 3, 6, dan 7, dan kuning untuk lintasan 4 dan 5.
Perenang diletakkan di lintasan berdasarkan catatan waktu dalam babak penyisihan (heat). Di kolam berlintasan ganjil, perenang tercepat diunggulkan di lintasan paling tengah. Di kolam 8 lintasan, perenang tercepat ditempatkan di lintasan 4 (di lintasan 3 untuk kolam 6 lintasan). Perenang-perenang dengan catatan waktu di bawahnya secara berurutan menempati lintasan 5, 3, 6, 2, 7, 1, dan 8.
Pengukur waktu 
Dalam perlombaan internasional atau perlombaan yang penting, papan sentuh pengukur waktu otomatis dipasang di kedua sisi dinding kolam. Tebal papan sentuh ini hanya 1 cm.
Perenang mencatatkan waktunya di papan sentuh sewaktu pembalikan dan finis. Papan sentuh pengukur waktu produksi Omega mulai dipakai di Pan-American Games 1967 diWinnipeg, Kanada.
Balok start 
Di setiap balok start terdapat pengeras suara untuk menyuarakan tembakan pistol start dan sensor pengukur waktu yang memulai catatan waktu ketika perenang meloncat dari balok start.
Tinggi balok start antara 0,5 m hingga 0,75 dari permukaan air. Ukuran balok start adalah 0,5 x 0,5 m, dan di atasnya dilapisi bahan antilicin. Kemiringan balok start tidak melebihi 10°.
Peraturan perlombaan dalam renang 
Pada nomor renang gaya kupu-kupu, gaya dada, dan gaya bebas, perenang melakukan posisi start di atas balok start. Badan dibungkukkan ke arah air dengan lutut sedikit ditekuk.
Pada nomor gaya punggung, posisi start dilakukan di dalam air dengan badan menghadap ke dinding kolam. Kedua tangan memegang pegangan besi pada balok start, sementarakaki bertumpu di dinding kolam, dan kedua lutut ditekuk di antara kedua lengan. Posisi start gaya punggung juga dipakai oleh perenang pertama dalam gaya ganti estafet.
Wasit start memanggil para perenang dengan tiupan peluit panjang untuk naik ke atas balok start (bersiap di dalam air untuk gaya punggung dan gaya ganti estafet). Perenang berada dalam posisi start setelah aba-aba Siap (Take your marks dalam bahasa Inggris) diteriakkan oleh wasit start. Start dinyatakan tidak sah bila perenang meloncat dari balok start sebelum ada aba-aba. Hingga tembakan pistol start dimulai, tubuh perenang harus dalam keadaan diam.
Nomor perlombaan 
Perlombaan renang terdiri dari nomor-nomor perlombaan menurut jarak tempuh, jenis kelamin, dan empat gaya renang (gaya bebas, gaya kupu-kupu, gaya punggung, dan gaya dada). Nomor-nomor renang putra dan putri yang diperlombakan dalam Olimpiade:
·         Gaya bebas: 50 m, 100 m, 200 m, 400 m, 800 m (putri), 1500 m (putra)
·         Gaya kupu-kupu: 100 m, 200 m
·         Gaya punggung: 100 m, 200 m
·         Gaya dada: 100 m, 200 m.
·         Gaya ganti perorangan: 200 m dan 400 m
·         Gaya ganti estafet: 4 x 100 m
·         Gaya bebas estafet: 4 x 100 m, 4 x 200 m
·         Marathon 10 km.
Federasi Renang Internasional mengakui rekor dunia putra/putri untuk nomor-nomor renang:
·         Gaya bebas: 50 m, 100 m, 200 m, 400 m, 800 m, 1500 m
·         Gaya punggung: 50 m, 100 m, 200 m
·         Gaya dada: 50 m, 100 m, 200 m
·         Gaya kupu-kupu: 50 m, 100 m, 200 m
·         Gaya ganti perorangan: 100 m (hanya lintasan pendek), 200 m, 400 m
·         Gaya bebas estafet: 4×100 m, 4×200 m
·         Gaya ganti estafet: 4×100 m.
Pada nomor gaya ganti perorangan, seorang perenang memakai keempat gaya secara bergantian untuk satu putaran, dengan urutan: gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada, dan gaya bebas. Pada nomor renang gaya ganti perorangan 100 m, perlombaan diadakan di kolam renang lintasan pendek 25 m.
Pada nomor 4 x 100 m gaya ganti estafet, satu regu diwakili empat orang perenang yang masing-masing berenang 100 m. Perenang pertama memulai dengan renang gaya punggung, dilanjutkan perenang gaya dada, perenang gaya kupu-kupu, dan diakhiri oleh perenang gaya bebas.
Pakaian 
Federasi Renang Internasional memiliki daftar merek dan tipe pakaian renang yang disetujui dalam perlombaan renang. Perenang dibolehkan memakai topi renang dankacamata renang. Perenang berkacamata dapat memilih untuk mengenakan kacamata renang minus, atau mengenakan lensa kontak bersama kacamata renang normal.
Perenang tidak dibolehkan memakai alat atau pakaian renang yang dapat memengaruhi kecepatan, daya apung, atau ketahanan selama berlomba, misalnya sarung tanganberselaput, kaki katak, sirip, dan sebagainya.