BAB 1 PERMAINAN BOLA
BESAR
A. Permainan
Bola Volli
1. Gerak Dasar
Servis Atas (Tenis Servis)
a. Berdiri
tegak
b. Kedua
kaki sikap melangkah
c. Tangan
kiri memegang bola di depan badan
d. Pandangan
kea rah bola
2. Keterampilan
Teknik Dasar Membendung (Block)
a. Tahap
persiapan
b. Gerakan
1) Menolak
2) Pergelangan
tangan di sesuaikan dengan arah datangnya bola mendarat
c. Akhir
gerakan
1) Kedua
lutut rendah
2) Berat
badan tertumpu pada kedua ujung telapak kaki
3) Kedua
lengan di depan badan dengan kedua sikut di tekuk
4) Pandangan
ke depan sambil mengikuti arah gerakan bola
3. Keterampilan
Tekinik Dasar Smes
a. Gerak
badan pada kaki depan
b. Pandangan
ke arah depan (arah net)
c. Gerak
awalan
d. Gerak
tolakan
e. Gerak
pukulan
f. Gerak
mendarat
g. Kedua
lutut di rendahkan
h. Kedua
lengan di depan samping badan
Permainan bola voli
di lakukan oleh dua regu yang saling berhadapan dengan di pisahkan oleh sebuah
jaring di tengah lapangan dan setiap regu terdiri dari 6 orang yang di batasi
setiap satu setnya terdiri dari 25 point dengan system rally
point dan di
pimpin oleh dua orang wasit.
Servis merupakan
bentuk serangan yang pertama dalam permainan bola voli. Untuk itu, pemain voli
harus dapat melakukan servis dengan benar masuk ke daerah lawan.
Smes (spike)
merupakan pukulan yang keras dan arahnya menukik untuk mematikan lawan.
Passing merupakan
teknik dasar gerakan voli yang mutlakharus di kuasai oleh pemain, baik passing
bawah maupun passing atas.
Blocking merupakan
upaya menghalangi lawan dengan cara merentangkan kedua tangan pada tempat yang
di duga menjadi jalanyya bola dan teknik membendung dapat di lakukan sendiri
maupun dua atau tiga orang di dekat net.
B. Permainan
Sepak Bola
Sepak bola adalah
permainan olahraga beregu bola besar , dan di mainkan di atas lapangan persegi
panjang. Sepak
bola adalah
cabang olahraga yang
menggunakan bola yang dimainkan oleh dua tim yang
masing-masing beranggotakan 11 (sebelas) orang. Memasuki abad ke-21, olahraga
ini telah dimainkan oleh lebih dari 250 juta orang di 200 negara, yang
menjadikannya olahraga paling populer di dunia.[1][2][3][4] Sepak
bola bertujuan untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya dengan menggunakan
bola ke gawang lawan. Sepak bola dimainkan dalam lapangan yang
berbentuk persegi panjang, di atas rumput ataurumput sintetis.
Secara
umum, hanya penjaga gawang saja
yang berhak menyentuh bola dengan tangan atau lengan di dalam daerah gawangnya, sedangkan
10 (sepuluh) pemain lainnya diijinkan menggunakan seluruh tubuhnya selain
tangan, biasanya dengan kaki untuk menendang, dada untuk mengontrol, dan kepala untuk menyundul bola. Tim yang
mencetak gol paling banyak pada akhir pertandingan adalah pemenangnya. Jika
hingga waktu berakhir masih berakhir imbang, maka dapat dilakukan undian, perpanjangan waktu maupun adu penalti, tergantung dari format penyelenggaraan kejuaraan.
Peraturan
pertandingan secara umum diperbarui setiap tahunnya oleh induk organisasi sepak
bola internasional (FIFA), yang juga menyelenggarakan Piala Dunia setiap
empat tahun sekali.
1. Latihan
Dasar Mengiring Bola
a. Menggiring
bola menggunakan kaki bagian dalam
b. Menggiring
bola menggunakan kaki bagian luar
2. Latihan
Dasar Menahan Bola
a. Menahan
bola dengan menggunakan paha
b. Menahan
bola dengan menggunakan kaki bagian luar
C. Bola Basket
Permainan bola
basket di lakukan di lapangan dan di mainkan oleh dua regu yang berhadapan
dengan cara memasukkan bola ke ring basket sebanyak-banyaknya. Pemain bola
basket setiap regunya terdiri dari 5 orang yang di pimpin oleh dua orang wasit.
Passing merupakan
gerakan melempar bola untuk mengadakan umpan kepada teman satu tim dalam
menyusun serangan.
Menggiring atau
mendribel adalah gerakan memantul-mantulkan bola dengan satu tangan dan telapak
tangan terbuka, baik di lakukan di tempat maupun jalan atau lari.
Shooting atau
menembak adalah teknik dalam bola basket untuk melakukan tembakan kea rah ring
basket untuk memperoleh nilai.
Lay-up adalah jenis
tembakan yang di lakukan dari jarak dekat ring basket yang di dahului dengan
gerakan langkah.
BAB 2 PERMAINAN BOLA
KECIL
A. Bulutangkis
Bulu tangkis atau badminton adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untukganda) yang saling
berlawanan.
Mirip dengan tenis,
bulu tangkis bertujuan memukul bola permainan ("kok"
atau "shuttlecock") melewati jaring agar jatuh di bidang
permainan lawan yang sudah ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal
yang sama.
1. Teknik
Dasar Servis
a. Teknik
dasar servis panjang forehand
b. Teknik
dasar servis pendek forehand
c. Tekinik
dasar servis pendek backhand
2. Tekinik
Dasar Pengembalian Servis
a. Pengembalian
servis panjang
b. Pengembalian
servis pendek
3. Kombinasi
Keterampilan Teknik Dasar
a. Batasan
pengertian kombinasi
b. Model
pembelajaran kombinasi keterampilan teknik dasar
Softball
Permainan softball
merupakan permainan beregu yang menyerupai rounders.Setiap regu terdiri dari 9
orang. Olahraga ini di lakukan di luar (out door). softball adalah olahraga bola beregu yang terdiri dari dua tim. Permainan sofbol lahir di Amerika
Serikat, diciptakan oleh George
Hancock di kota Chicago pada tahun 1887. Sofbol merupakan perkembangan dari
olahraga sejenis yaitu bisbolatau hardball.
Bola sofbol saat ini berdiameter 28-30,5 sentimeter; bola tersebut dilempar oleh seorang pelempar bola (pitcher) dan menjadi sasaran pemain lawan, yaitu pemukul bola dengan menggunakan tongkat pemukul (bat). Terdapat sebuah regu yang berjaga (defensif)
dan tim yang memukul (ofensif). Tiap tim berlomba mengumpulkan angka (run)
dengan cara memutari tiga seri marka (base) pelari hingga menyentuh marka akhir yaitu home plate.
1. Teknik
Melempar Bola
a. Melempar
lurus
b. Melempar
samping
c. Melempar
bawah
d. Pitching
sling shoot and wind millli
2. Teknik
Menangkap Bola
a. Teknik
melambung
b. Tekinik
lurus
c. Teknik
gulir
3. Teknik
Dasar Memegang Stik
a. Pegangan
panjang (bawah)
b. Pegangan
tengah
c. Pegangan
atas
BAB 3 ATLETIK
A. Lari
Cepat atau Lari Jarak Pendek(Sprint)
Merupakan lari yang
di perlombakan dengan cara berlari lari secepat cepatnya yang di laksanakan di
dalam lintasan lari. Lari sprint atau lari jarak pendek adalah lari yang menempuh
jarak antara 50 m sampai dengan jarak 400 m. oleh karena itu kebutuhan utama
untuk lari jarak pendek adalah kecepatan. Kecepatan dalam lari jarak pendek
adalah hasil kontraksi yang kuat dan cepat dari otot-otot yang dirubah menjadi
gerakan halus lancer dan efisien dan sangat dibutuhkan bagi pelari untuk
mendapatkan kecepatan yang tinggi. Seoarang pelari jarak pendek (sprinter) yang
potensial bila dilihat dari komposisi atau susunan serabut otot persentase
serabut otot cepat (fast twitch) lebih besar atau tinggi dengan kemampuan
sampai 40 kali perdetik dalam vitro disbanding dengan serabut otot lambat (slow
twitch) dengan kemampuan sampai 10kali perdetik dalam vitro. Oleh karena itu
seorang pelari jarak pendek itu dilahirkan /bakat bukan dibuat. Suatu analisa
structural prestasi lari jarak pendek dan kebutuhan latihan dan pembelajaran
untuk memperbaiki harus dilihat sebagai suatu kombinasi yang kompleks dari
proses-proses biomekanika, biomotor, dan energetic.
1. Latihan
teknik dasar start
a. Start
panjang
b. Start
menengah
c. Start
pendek
2. Teknik
dasar lari jarak pendek
a. Gerakan
kaki
b. Gerakan
kedua lengan
c. Sikap
badan
tahap-tahap
berlari terdiri dari beberapa tahap yaitu :
-
tahap reaksi dan dorongan (reaction dan drive)
-
tahap percepatan (acceleration)
-
tahap tansisi/perobahan (transition)
-
tahap kecepatan maksimum (speed maximum)
-
tahap pemeliharaan kecepatan (maintenance speed)
-finish
Tujuan lari jarak pendek adalah untuk memaksimalkan kecepatan horizontal, yang
dihasilkan dari dorongan badan ke depan.
Kecepatan lari ditentukan oleh panjang langkah dan
frekuensi langkah (jumlah langkah persatuan waktu). Oleh karena itu, seorang
pelari jarak pendek harus dapat meningkatkan satu atau kedua-duanya.
B. Lompat
Jauh Gaya Jongkok
Lompat jauh adalah salah satu cabang atletik
yang sering dilombakan. Permainan ini sering menggunakan kekuatan kaki untuk
kemampuan dalam melompat. Dalam melompat sering ada berbagai gaya tetapi di
dalam blog ini saya akan memberikan teknik
dasar lompat jauh gaya jongkok. Langsung saja untuk tekniknya:
- Awalan, gerakan lompat jauh
dilakukan dengan ancang-ancang. Melakukan awalan atau ancang-ancang dengan
lari secepat mungkin hingga melakukan tumpuan dibalog lompat atau papan
tumpuan. Pada waktu melakukan awalan jangan menoleh ke mana-mana akan tetapi
konsentrasi ke arah tolakan.
- Tolakan atau tumpuan, gerakan tolakkan pada lompat jauh
merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam melompat. Cara melakukan
tolakkan atau tumpuan harus dilakukan dengan sebaik-baiknya yaitu; (1)
Tumpuan kaki pada balok lompat dilakukan dengan satu kaki, boleh dilakukan
dengan kaki kanan atau kaki kiri. Gunakanlah kaki yang paling kuat. (2)
Pada waktu kaki menumpu harus tepat di atas balok lompat diikuti badan
condong ke depan disusul kaki yang lain diangkat ke arah depan atas dengan
sudut tolakan antara 40 derajat sampai 50 derajat.
- Melayang di Udara, setelah melakukan tumpuan dengan
badan condong ke depan, kaki diayunkan ke depan utnuk membantu berat badan
ke atas disusul kaki tumpu juga diayunkan ke depan. Pada waktu kita
melayang lutut ke dua kaki sedikit ditekuk seperti sikap jongkok. pada
posisi kaki diayunkan ke depan yang diikuti kedua tangan diayunkan. hal
ini dilakukan untuk mendapatkan hasil lompatan yang maksimal.
- Sikap Mendarat, Untuk posisi mendarat, ke dua kaki
ditekuk posisi jongkok dengan tumit mendarat terlebih dahulu. berat badan
di dorong ke depan dan kedua lengan diluruskan ke depan.
C.Tolak Peluru Gaya
O’brien (Shot Put)
Teknik-teknik yang
perlu dipelajari dalam tolak peluru antara lain:
1. Teknik Memegang Peluru
Cara memegang peluru, yaitu:
1. Peluru diletakkan pada telapak tangan bagian atas
2. Jari-jari tangan direnggangkan atau dibuka, jari manis, jari tengah, dan jari telunjuk dipergunakan untuk menekan dan memegang peluru bagian belakang. Sedangkan jari kelingking dan ibu jari dipergunakan untuk memegang atau menahan peluru bagian samping agar tidak jatuh atau tergelincir.
1. Teknik Memegang Peluru
Cara memegang peluru, yaitu:
1. Peluru diletakkan pada telapak tangan bagian atas
2. Jari-jari tangan direnggangkan atau dibuka, jari manis, jari tengah, dan jari telunjuk dipergunakan untuk menekan dan memegang peluru bagian belakang. Sedangkan jari kelingking dan ibu jari dipergunakan untuk memegang atau menahan peluru bagian samping agar tidak jatuh atau tergelincir.
3. Setelah peluru
tersebut dipegang dengan baik, kemudian letakkan pada bahu dan menmpel
(melekat) di leher. Siku diangkat ke samping, sedikit serong ke depan.
4. Pada waktu memegang dan meletakkan peluru pada bahu, usahakan agar seluruh badan dan tangan dalam keadaan lemas (rileks). Tangan dari lengan yang lain membantu menjaga keseimbangan.
4. Pada waktu memegang dan meletakkan peluru pada bahu, usahakan agar seluruh badan dan tangan dalam keadaan lemas (rileks). Tangan dari lengan yang lain membantu menjaga keseimbangan.
2. Teknik Sikap Badan
pada Waktu akan Menolak
Terdapat 2 teknik sikap badan pada waktu akan menolak, yaitu:
a. Gaya ortodok (menyamping)
Berdiri tegak menyamping kea rah tolakan, kedua kaki dibuka lebar (kangkang), kaki kiri lurus ke depan, kaki kanan dibengkokkan ke depan, sedikit serong ke samping kanan, berat badan berada pada kaki kanan, dan badan agak condong ke samping kanan. Tangan kanan memegang peluru pada bahu (pundak), tangan kiri dibengkokkan, berada di depan sedikit agak serong ke atas lemas. Tangan kiri berfungsi untuk membantu dan menjaga keseimbangan. Pandangan diarahkan kea rah sasaran (tolakan).
b. Gaya O’Brien (membelakangi)
Hal yang membedakan antara gaya ortodoks dan gaya O’Brien adalah sikap awal. Pada gaya ortodoks sikap badan menyamping, sedangkan pada gaya O’Brien membelakangi arah tolakan.
Terdapat 2 teknik sikap badan pada waktu akan menolak, yaitu:
a. Gaya ortodok (menyamping)
Berdiri tegak menyamping kea rah tolakan, kedua kaki dibuka lebar (kangkang), kaki kiri lurus ke depan, kaki kanan dibengkokkan ke depan, sedikit serong ke samping kanan, berat badan berada pada kaki kanan, dan badan agak condong ke samping kanan. Tangan kanan memegang peluru pada bahu (pundak), tangan kiri dibengkokkan, berada di depan sedikit agak serong ke atas lemas. Tangan kiri berfungsi untuk membantu dan menjaga keseimbangan. Pandangan diarahkan kea rah sasaran (tolakan).
b. Gaya O’Brien (membelakangi)
Hal yang membedakan antara gaya ortodoks dan gaya O’Brien adalah sikap awal. Pada gaya ortodoks sikap badan menyamping, sedangkan pada gaya O’Brien membelakangi arah tolakan.
3. Cara Mengambil
Awalan (Ancang-Ancang)
a. Cara menyamping (ortodoks)
Bila menggunakan gaya ortodoks, sikap badan menyamping arah tolakan mulai dari sikap permulaan sampai dengan bergerak ke depan untuk menolakkan peluru.
Perhatikan gambar peragaan di bawah ini!
a. Cara menyamping (ortodoks)
Bila menggunakan gaya ortodoks, sikap badan menyamping arah tolakan mulai dari sikap permulaan sampai dengan bergerak ke depan untuk menolakkan peluru.
Perhatikan gambar peragaan di bawah ini!
b.
Cara membelakangi lawan (O’Brien)
Bila menggunakan gaya O’Brien, sikap badan membelakangi arah tolakan mulai dari sikap permulaan sampai dengan bergerak ke depan untuk menolakkan peluru.
Gaya tolak peluru denagn membelakangi itu disebut juga gaya O’Brien, karena orang yang pertama kali mempergunakan dan sekaligus memperkenalkan gaya tersebut bernama Parry O’Brien. Gaya tersebut dipergunakan pada saat penyelenggaraan Olimpiade Helsinky pada tahun 1952.
Perhatikan gambar peragaan di bawah ini!
Bila menggunakan gaya O’Brien, sikap badan membelakangi arah tolakan mulai dari sikap permulaan sampai dengan bergerak ke depan untuk menolakkan peluru.
Gaya tolak peluru denagn membelakangi itu disebut juga gaya O’Brien, karena orang yang pertama kali mempergunakan dan sekaligus memperkenalkan gaya tersebut bernama Parry O’Brien. Gaya tersebut dipergunakan pada saat penyelenggaraan Olimpiade Helsinky pada tahun 1952.
Perhatikan gambar peragaan di bawah ini!
4. Teknik Setelah
Gerakan Akhir Menolak
Teknik setelah gerakan akhir menolak, yaitu:
a. Setelah peluru lepas dari tangan, secepatnya kaki belakang diturunkan atau mendarat menempati tempat kaki depan/kaki tumpu dengan lutut agak dibengkokkan.
b. Selanjutnya kaki tumpu diangkat ke belakang lururs dan lemas untuk membantu menjaga keseimbangan.
c. Badan condong ke samping kiri depan, dagu diangkat, pandangan ke arah jatuhnya peluru.
d. Tangan kanan dibengkokkan berada di depan sedikit agak ke bawah badan, tangan atau lengan kiri lemas lurus ke belakang untuk membantu menjaga keseimbangan.
Teknik setelah gerakan akhir menolak, yaitu:
a. Setelah peluru lepas dari tangan, secepatnya kaki belakang diturunkan atau mendarat menempati tempat kaki depan/kaki tumpu dengan lutut agak dibengkokkan.
b. Selanjutnya kaki tumpu diangkat ke belakang lururs dan lemas untuk membantu menjaga keseimbangan.
c. Badan condong ke samping kiri depan, dagu diangkat, pandangan ke arah jatuhnya peluru.
d. Tangan kanan dibengkokkan berada di depan sedikit agak ke bawah badan, tangan atau lengan kiri lemas lurus ke belakang untuk membantu menjaga keseimbangan.
5. Hal-Hal yang
Harus Dihindari dalam Tolak Peluru Awalan Membelakangi
Hal-hal yang harus dihindari sebagai berikut:
a. Sikap posisi awal tidak seimbang, kaki kanan melakukan gerakan lompatan.
b. Tidak menarik kaki kanan cukup jauh ke bawah badan.
c. Mendarat dengan kaki kanan menghadap ke belakang.
d. Gerakan kaki terlalu ke samping kiri.
e. Terlalu cepat menggerakkan badan.
Hal-hal yang harus dihindari sebagai berikut:
a. Sikap posisi awal tidak seimbang, kaki kanan melakukan gerakan lompatan.
b. Tidak menarik kaki kanan cukup jauh ke bawah badan.
c. Mendarat dengan kaki kanan menghadap ke belakang.
d. Gerakan kaki terlalu ke samping kiri.
e. Terlalu cepat menggerakkan badan.
6. Hal-Hal yang
Harus Diperhatikan dalam Tolak Peluru Awalan Membelakangi
Hal-hal yang harus diperhatikan sebagai berikut:
a. Pelihara kaki selalu rendah dan bertahan kuat-kuat.
b. Lakukan gerakan kaki kiri mendorong ke belakang
c. Usahakan pinggang kiri dan bahu menghadap ke belakang jauh.
d. Putarlah kaki kanan ke dalam selama meluncur.
e. Usahakan lengan kiri dalam posisi tertutup.
Hal-hal yang harus diperhatikan sebagai berikut:
a. Pelihara kaki selalu rendah dan bertahan kuat-kuat.
b. Lakukan gerakan kaki kiri mendorong ke belakang
c. Usahakan pinggang kiri dan bahu menghadap ke belakang jauh.
d. Putarlah kaki kanan ke dalam selama meluncur.
e. Usahakan lengan kiri dalam posisi tertutup.
Keterangan:
Balok penahan berukuran:
a. Lebar = 112 – 300 cm
b. Panjang = 121-123 cm
c. Tebal = 98 – 102 mm
8. Berat Peluru
Peluru merupakan bola padat yang terbuat dari besi, baja, atau kuninfan. Ukuran berat peluru yaitu:
a. Senior putra = 7,257 kg
b. Senior putri = 4 kg
c. Yunior putra = 5 kg
d. Yunior putrid = 3 kg
Balok penahan berukuran:
a. Lebar = 112 – 300 cm
b. Panjang = 121-123 cm
c. Tebal = 98 – 102 mm
8. Berat Peluru
Peluru merupakan bola padat yang terbuat dari besi, baja, atau kuninfan. Ukuran berat peluru yaitu:
a. Senior putra = 7,257 kg
b. Senior putri = 4 kg
c. Yunior putra = 5 kg
d. Yunior putrid = 3 kg
BAB
TERAKHIR RENANG
Renang adalah olahraga yang
melombakan kecepatan atlet renang dalam berenang. Gaya renang yang diperlombakan adalah gaya bebas, gaya kupu-kupu, gaya punggung, dan gaya dada. Perenang yang memenangkan lomba renang adalah
perenang yang menyelesaikan jarak lintasan tercepat. Pemenang babak penyisihan
maju ke babak semifinal, dan pemenang semifinal maju ke babak final.
Bersama-sama dengan loncat indah, renang indah, renang perairan terbuka, dan polo air, peraturan perlombaan renang ditetapkan oleh badan
dunia bernama Federasi Renang Internasional (FINA). Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) adalah induk organisasi cabang
olahraga renang di Indonesia.
Sejarah
Perlombaan berenang dimulai di Eropa sekitar
tahun 1800. Sebagian besar perenang berenang dengan memakai gaya dada. Pada 1873, John Arthur Trudgen memperkenalkan gaya trudgen di lomba-romba renang setelah meniru
renang gaya bebas suku Indian. Akibat
ketidaksukaan orang Inggris terhadap gerakan renang yang memercikkan air ke
sana ke mari, Trudgen mengganti gerakan kaki gaya bebas yang melecut ke atas
dan ke bawah menjadi gerakan kaki gunting seperti renang gaya samping.
Renang menjadi salah satu cabang
olahraga yang dilombakan sejak Olimpiade Athena 1896. Nomor renang putri
dilombakan sejakOlimpiade Stockholm 1912. Pada 1902, Richard Cavill memperkenalkan renang gaya bebas. Federasi Renang Internasional dibentuk pada 1908. Gaya kupu-kupu pertama kali dikembangkan pada tahun 1930-an. Pada
awalnya, gaya kupu-kupu merupakan variasi gaya dada sebelum dianggap sebagai gaya renang
tersendiri pada 1952.
Di Hindia Belanda,
Perserikatan Berenang Bandung (Bandungse Zwembond) didirikan pada 1917. Pada tahun berikutnya didirikan
Perserikatan Berenang Jawa Barat (West Java Zwembond), dan Perserikatan
Berenang Jawa Timur (Oost Java Zwembond) didirikan pada 1927. Sejak itu pula perlombaan renang
antardaerah mulai sering diadakan. Rekor dalam kejuaraan-kejuaraan tersebut
juga dicatatkan sebagai rekor di Belanda.[1]
Pada 1936, perenang Hindia Belanda bernama Pet Stam mencatat
rekor 59,9 detik untuk nomor 100 meter gaya bebas di kolam renang Cihampelas Bandung. Pet Stam
dikirim sebagai wakil Belanda di Olimpiade Berlin 1936. Persatuan Berenang
Seluruh Indonesia didirikan 21 Maret 1951, dan sebagai anggota Federasi Renang
Internasional sejak tahun berikutnya. Perenang Indonesia ikut berlomba dalam Olimpiade Helsinki 1952.
Fasilitas
dan peralatan
Kolam renang
Panjang kolam renang lintasan panjang
adalah 50 m sementara lintasan pendek adalah 25 m. Dalam spesifikasi Federasi Renang Internasional untuk kolam ukuran Olimpiade ditetapkan
panjang kolam 50 m dan lebar kolam 25 m. Kedalaman kolam minimum 1,35 meter,
dimulai dari 1,0 m pertama lintasan hingga paling sedikit 6,0 m dihitung dari
dinding kolam yang dilengkapi balok start. Kedalaman minimum di bagian lainnya
adalah 1,0 m.
Lintasan
Lebar lintasan paling sedikit 2,5 m
dengan jarak paling sedikit 0,2 m di luar lintasan pertama dan lintasan
terakhir. Masing-masing lintasan dipisahkan dengan tali lintasan yang sama panjang
dengan panjang lintasan.
Tali lintasan terdiri dari rangkaian
pelampung berukuran kecil pada seutas tali yang panjangnya sama dengan panjang
lintasan. Pelampung pada tali lintasan dapat berputar-putar bila terkena
gelombang air. Tali lintasan dibedakan menurut warna: hijau untuk
lintasan 1 dan 8, biru untuk
lintasan 2, 3, 6, dan 7, dan kuning untuk
lintasan 4 dan 5.
Perenang diletakkan di lintasan
berdasarkan catatan waktu dalam babak penyisihan (heat). Di kolam
berlintasan ganjil, perenang tercepat diunggulkan di lintasan paling tengah. Di
kolam 8 lintasan, perenang tercepat ditempatkan di lintasan 4 (di lintasan 3
untuk kolam 6 lintasan). Perenang-perenang dengan catatan waktu di bawahnya
secara berurutan menempati lintasan 5, 3, 6, 2, 7, 1, dan 8.
Pengukur waktu
Dalam perlombaan internasional atau
perlombaan yang penting, papan sentuh pengukur waktu otomatis dipasang di kedua
sisi dinding kolam. Tebal papan sentuh ini hanya 1 cm.
Perenang mencatatkan waktunya di papan
sentuh sewaktu pembalikan dan finis. Papan sentuh pengukur waktu produksi Omega mulai dipakai di Pan-American Games 1967 diWinnipeg, Kanada.
Balok start
Di setiap balok start terdapat pengeras suara untuk menyuarakan tembakan pistol start
dan sensor pengukur waktu yang memulai catatan waktu ketika perenang meloncat
dari balok start.
Tinggi balok start antara 0,5 m hingga
0,75 dari permukaan air. Ukuran balok start adalah 0,5 x 0,5 m, dan di atasnya
dilapisi bahan antilicin. Kemiringan balok start tidak melebihi 10°.
Peraturan
perlombaan dalam renang
Pada nomor renang gaya kupu-kupu, gaya
dada, dan gaya bebas, perenang melakukan posisi start di atas balok start.
Badan dibungkukkan ke arah air dengan lutut sedikit
ditekuk.
Pada nomor gaya punggung, posisi start
dilakukan di dalam air dengan badan menghadap ke dinding kolam. Kedua tangan memegang
pegangan besi pada balok start, sementarakaki bertumpu
di dinding kolam, dan kedua lutut ditekuk di antara kedua lengan. Posisi start
gaya punggung juga dipakai oleh perenang pertama dalam gaya ganti estafet.
Wasit start memanggil para perenang
dengan tiupan peluit panjang
untuk naik ke atas balok start (bersiap di dalam air untuk gaya punggung dan
gaya ganti estafet). Perenang berada dalam posisi start setelah aba-aba Siap (Take your marks dalam bahasa Inggris) diteriakkan oleh
wasit start. Start
dinyatakan tidak sah bila perenang meloncat dari balok start sebelum ada
aba-aba. Hingga tembakan pistol start dimulai, tubuh perenang harus dalam
keadaan diam.
Nomor
perlombaan
Perlombaan renang terdiri dari
nomor-nomor perlombaan menurut jarak tempuh, jenis kelamin, dan empat gaya
renang (gaya bebas, gaya kupu-kupu, gaya punggung, dan gaya dada).
Nomor-nomor renang putra dan putri yang diperlombakan dalam Olimpiade:
·
Gaya bebas: 50 m,
100 m, 200 m, 400 m, 800 m (putri), 1500 m (putra)
·
Gaya kupu-kupu: 100
m, 200 m
·
Gaya punggung: 100
m, 200 m
·
Gaya dada: 100 m,
200 m.
·
Gaya ganti estafet: 4 x 100 m
·
Gaya bebas estafet: 4 x 100 m, 4 x 200 m
·
Marathon 10 km.
·
Gaya bebas: 50 m, 100 m, 200 m, 400 m,
800 m, 1500 m
·
Gaya punggung: 50 m, 100 m, 200 m
·
Gaya dada: 50 m, 100 m, 200 m
·
Gaya kupu-kupu: 50 m, 100 m, 200 m
·
Gaya ganti perorangan: 100 m (hanya
lintasan pendek), 200 m, 400 m
·
Gaya bebas estafet: 4×100 m, 4×200 m
·
Gaya ganti estafet: 4×100 m.
Pada nomor gaya ganti perorangan, seorang perenang memakai
keempat gaya secara bergantian untuk satu putaran, dengan urutan: gaya
kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada, dan gaya bebas. Pada nomor renang gaya
ganti perorangan 100 m, perlombaan diadakan di kolam renang lintasan pendek 25
m.
Pada nomor 4 x 100 m gaya ganti estafet,
satu regu diwakili empat orang perenang yang masing-masing berenang 100 m.
Perenang pertama memulai dengan renang gaya punggung, dilanjutkan perenang gaya
dada, perenang gaya kupu-kupu, dan diakhiri oleh perenang gaya bebas.
Pakaian
Federasi Renang Internasional memiliki
daftar merek dan tipe pakaian renang yang disetujui dalam perlombaan renang. Perenang dibolehkan memakai topi renang dankacamata renang. Perenang berkacamata dapat
memilih untuk mengenakan kacamata renang minus, atau mengenakan lensa kontak bersama kacamata renang normal.
Perenang tidak dibolehkan memakai alat
atau pakaian renang yang dapat memengaruhi kecepatan, daya apung, atau
ketahanan selama berlomba, misalnya sarung tanganberselaput, kaki katak, sirip, dan sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar